Ekspedisi Gunung Singgalang

Ekspedisi Gunung Singgalang,
Cerita saya pertama kali menapaki jejak di gunung singgalang. Pada tahun 2016 yang lalu. Saya bersama rekan-rekan memulai perjalanan dari padang ke pandai sikek sekitar pukul 17:10 Wib, dengan menunggangi 2 motor masing-masing bermuatan dua orang. Kami sampai di pandai sikek sekitar pukul 21:34 Wib dikarena terhalang hujan yang cukup deras sehingga membuat kamu sampai di pandai sikek agar terlambat. Sesampainya di pos. Kami mendaftarkan nama dan langsung memarkirkan kendaraan di lokasi pemarkiran motor. Serata memarkirkan motor. Kami langsung melanjutkan pendakian sekitar pukul 23:00 Wib. Pendakian ini cukup melelahkan karena minimnya penerangan. karena yang memegang headlamp hanya dua orang. Dan hal yang menantang pada saat saya melewati jalur terowongan tumbuhan yang dalam bahasa minang dinamakan palimpiang. Pada saat itu kami harus jongkok bak tentara yang lagi latihan militer. Karena memang tingginya yang rendah hanya setinggi pinggang kami. Perjalanan pun tetap berlanjut sesampai di tengah perjalanan dan pada akhir nya kami harus mendirikan camp dan beristirahat. Waktu itu sekitar pukul 05:00 wib, suara adzan shubuh pun terdengar dari ketinggian yang begitu merdu. Sampai semua sudah terlelap. Pagi pun datang, kicauan burung membangunkan kami, dan kami langsung berkemas dan sarapan pagi dulu, disana terasa kebersamaan. Memang disela-sela kehidupan, kita juga butuh waktu bercengkrama, bercanda tawa bersama. Seraya menikmati kopi hangat ditemani kicauan suara burung. Sampai semua selesai, pendakianpun kami lanjutkan sampai pada akhirnya kami menapaki jejak di puncak gunung singgalang dan disuguhkan pemandangan telaga dewi nan indah dengan barisan pohon-pohon ditepiannya yang dibelai lembut oleh segumpalan awan. Ini benar-benar keindahan yang tak ternilai dari sang pencipta. Semoga cerita pendek ini memotivasi kawan kawan. Bahwa yang sesuatu kebahagiaan bukan hanya tentang harta dan tahta, namun juga bagaimana cara menaklukan ego sendiri. Karena musuh terberat kita adalah diri kita sendiri.

Salam Pendaki

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perjalanan

#CatatanPerjalananDinata Gunung Kerinci