#CatatanPerjalananDinata Gunung Kerinci
Cerita singkat saya mengenai perjalanan ke Atap Sumatera Yaitu gunung kerinci. Jadi begini.
keberangkatan saya dan sahabat saya Mardio Fadli, Fauzal dan Niko bergabung dengan kawan baru saya yang bernama Jessy, Yusuf, Abdilah, Galuh, Ijal, Ilham, Nanda, mellan, Ryan. Tanpa pikir panjang. Kami berangkat Tanggal 18 April Tepat nya 1 hari setelah Pemilu 2019. Kita berangkat sekitar Pukul 11 malam dari Kota Padang. Diperjalanan saya kena musibah ban motor saya pecah setelah nabrak lubang di nagari Surian. Tepatnya sebelum RM Mitra. Akhirnya kamI memutuskan istirahat di mitra sampai jam 6 dan memperbaiki motor yang saya gunakan. Selesai itu. Kita melanjutkan perjalan pukul 7 pagi tanggal 19 April 2019 menuju Padang Aro, Kab. Solok Selatan. Sebelum sampai di padang aro. Kita sarapan dulu di rumah sahabat saya affan naufal. Sesampai di padang aro. Malam nya pukul 19:01 Wib. Kita melanjutkan perjalanan menuju Kab. Kerinci tepatnya desa kersik tuo. Disana kita ditunggu oleh bang Nanda dan Ryan. Sampai disana. Kita istirahat di Rumah Kawan nya bg Ryan. Dan esok harinya. Hari Sabtu tgl 20 April 2019 sekitar pulul 09 pagi kita berangkat ke pos kerinci menggunakan mobil sewa disana. Untuk masuk ke kerinci sendiri kita dikenakan biaya Rp7.500 per/org/hari. Dengan syarat Ktp asli. Selesai masalah administrasi. Kita melakukan pendakian. Saat itu ada 2 orang pendaki sahabat baru kita bergabung bersama kita. bernama bang Taufik dan bang ricky. Mereka berasal dari Bekasi. Sekitar pukul 4 sore kita sampai di Shelter 1. Dan kita memutuskan mendirikan tenda disana. Esok nya saya. Fauzal. Jessy. mellan. Mardio. Ijal. Yusuf. Nanda. Niko. Melanjutkan pendakian ke shelter 2. Sementara di shelter 1 bang Galuh dan Bang Abdil memutuskan stay disana. Sampai Shelter 2 saya dan 9 orang sahabat saya. Camp di shelter 2. Dan esok Dini hari pukul 2 saya. Niko. Nanda. Jessy. Ilham. Mellan. Fauzal Melanjutkan pendakian ke puncak. Sementara mardio. Ijal. Dan yusuf masih tertidur di tenda. Sekitar pukul 9 pagi. Senin tanggal 22 April 2019. Itu pertama kali saya menginjakan Kaki diPuncak tertinggi pulau Sumatera Gunung Kerinci 3805 MDPL. Rasa haru. Tangis. Dan tawa. Bercampur aduk dalam diri saya dan sahabat saya yang lainnya. Kenapa tidak. Dengan perjuangan kami yg tidak mudah tentunya. Dan dari sana saya mengerti kenapa tuhan menciptakan gunung? Kenapa mendaki gunung butuh perjuangan?. Kenapa medan nya begitu sulit? Karena dari sana kita belajar bagaimana menjadi manusia yang sebenarnya. Manusia yang saling membantu. Saling berjuang. Merendah walau berada ditempat tertinggi.
Setelah mengabadilan momen dI puncak. Datanglah 3 orang sahabat saya menyusul. Mardio. Ijal dan yusuf. Disaat kamI turun ke shelter 3. Di shelter 2. Kami menunggu mereka turun dari puncaj. Dan bergegas menyusun tenda dan barang lainnya. Pukul 12 siang. Kita turun menuju shelter 1. Disana ada bg galuh dan abdilah. Sekitar jam 5 sore.Kita turun menuju pos 3. Nah. Disinilah hal aneh banyak terjadi. Mulai dari saya mendengar suara ngauman harimau. Dan temen yang lain mendengar suara orang menangis dari dalam dalam diri mellan. Semua mulai aneh disana. Memang sebelum menuju post 3 saya mendengar banyak cerita dari orang-orang. Bahwa tidak di anjurkan turun dijam magrib sampai malam. Karena dari pos 1 sampai 3 wilayah binatang buas berkeliaran. TapI mau tak mau kita harus turun ke bawah. Sampai di post 1 menuju pintu rimba. KamI merasa seolah olah perjalanan makin panjang. Dan medan yang kami tempuh sama persis. Dengan medan sebelumnya. Salah satunta. Pohon rebah yang sudah 3 kali kita lalui. Dan itu sama persis. Wah disana saya mulai kacau. Dan temen yang lain juga pada panik. Pada akhir nya kita bisa keluar setelah bg niko mengikuti arah kunang-kunang. Dan itu mukjizat bagi kami. Dan alhamdulillah kami sampai di bawah dengan selamat.
keberangkatan saya dan sahabat saya Mardio Fadli, Fauzal dan Niko bergabung dengan kawan baru saya yang bernama Jessy, Yusuf, Abdilah, Galuh, Ijal, Ilham, Nanda, mellan, Ryan. Tanpa pikir panjang. Kami berangkat Tanggal 18 April Tepat nya 1 hari setelah Pemilu 2019. Kita berangkat sekitar Pukul 11 malam dari Kota Padang. Diperjalanan saya kena musibah ban motor saya pecah setelah nabrak lubang di nagari Surian. Tepatnya sebelum RM Mitra. Akhirnya kamI memutuskan istirahat di mitra sampai jam 6 dan memperbaiki motor yang saya gunakan. Selesai itu. Kita melanjutkan perjalan pukul 7 pagi tanggal 19 April 2019 menuju Padang Aro, Kab. Solok Selatan. Sebelum sampai di padang aro. Kita sarapan dulu di rumah sahabat saya affan naufal. Sesampai di padang aro. Malam nya pukul 19:01 Wib. Kita melanjutkan perjalanan menuju Kab. Kerinci tepatnya desa kersik tuo. Disana kita ditunggu oleh bang Nanda dan Ryan. Sampai disana. Kita istirahat di Rumah Kawan nya bg Ryan. Dan esok harinya. Hari Sabtu tgl 20 April 2019 sekitar pulul 09 pagi kita berangkat ke pos kerinci menggunakan mobil sewa disana. Untuk masuk ke kerinci sendiri kita dikenakan biaya Rp7.500 per/org/hari. Dengan syarat Ktp asli. Selesai masalah administrasi. Kita melakukan pendakian. Saat itu ada 2 orang pendaki sahabat baru kita bergabung bersama kita. bernama bang Taufik dan bang ricky. Mereka berasal dari Bekasi. Sekitar pukul 4 sore kita sampai di Shelter 1. Dan kita memutuskan mendirikan tenda disana. Esok nya saya. Fauzal. Jessy. mellan. Mardio. Ijal. Yusuf. Nanda. Niko. Melanjutkan pendakian ke shelter 2. Sementara di shelter 1 bang Galuh dan Bang Abdil memutuskan stay disana. Sampai Shelter 2 saya dan 9 orang sahabat saya. Camp di shelter 2. Dan esok Dini hari pukul 2 saya. Niko. Nanda. Jessy. Ilham. Mellan. Fauzal Melanjutkan pendakian ke puncak. Sementara mardio. Ijal. Dan yusuf masih tertidur di tenda. Sekitar pukul 9 pagi. Senin tanggal 22 April 2019. Itu pertama kali saya menginjakan Kaki diPuncak tertinggi pulau Sumatera Gunung Kerinci 3805 MDPL. Rasa haru. Tangis. Dan tawa. Bercampur aduk dalam diri saya dan sahabat saya yang lainnya. Kenapa tidak. Dengan perjuangan kami yg tidak mudah tentunya. Dan dari sana saya mengerti kenapa tuhan menciptakan gunung? Kenapa mendaki gunung butuh perjuangan?. Kenapa medan nya begitu sulit? Karena dari sana kita belajar bagaimana menjadi manusia yang sebenarnya. Manusia yang saling membantu. Saling berjuang. Merendah walau berada ditempat tertinggi.
Setelah mengabadilan momen dI puncak. Datanglah 3 orang sahabat saya menyusul. Mardio. Ijal dan yusuf. Disaat kamI turun ke shelter 3. Di shelter 2. Kami menunggu mereka turun dari puncaj. Dan bergegas menyusun tenda dan barang lainnya. Pukul 12 siang. Kita turun menuju shelter 1. Disana ada bg galuh dan abdilah. Sekitar jam 5 sore.Kita turun menuju pos 3. Nah. Disinilah hal aneh banyak terjadi. Mulai dari saya mendengar suara ngauman harimau. Dan temen yang lain mendengar suara orang menangis dari dalam dalam diri mellan. Semua mulai aneh disana. Memang sebelum menuju post 3 saya mendengar banyak cerita dari orang-orang. Bahwa tidak di anjurkan turun dijam magrib sampai malam. Karena dari pos 1 sampai 3 wilayah binatang buas berkeliaran. TapI mau tak mau kita harus turun ke bawah. Sampai di post 1 menuju pintu rimba. KamI merasa seolah olah perjalanan makin panjang. Dan medan yang kami tempuh sama persis. Dengan medan sebelumnya. Salah satunta. Pohon rebah yang sudah 3 kali kita lalui. Dan itu sama persis. Wah disana saya mulai kacau. Dan temen yang lain juga pada panik. Pada akhir nya kita bisa keluar setelah bg niko mengikuti arah kunang-kunang. Dan itu mukjizat bagi kami. Dan alhamdulillah kami sampai di bawah dengan selamat.









Komentar
Posting Komentar